Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak Facts (Peristiwa)Dalam Pendidikan Guru Penggerak saya memperoleh banyak sekali ilmu yang bermanfaat yang belum pernah saya pelajari sebelumnya. Di Modul 1.2 kami CGP Angkatan 11 mendapatkan materi Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak, dengan rentetan kegiatan yang awalnya kami masih memiliki kekhawatiran apakah mampu menyelesaikan tugas-tugasnya, dan ternyata kekhawatiran itu tidak terjadi. Selama kita dapat membagi waktu dengan baik serta segera menyelesaikan tugas sesuai jadwal maka tidak akan ada tugas yang menumpuk ataupun terlupakan. Melaksanakan sesuatu dengan hati ikhlas, senang dan gembira akan menjadikannya ringan dan bukan sebagai beban. Dalam dua minggu ini kami telah melewati serentetan kegiatan bermakna dan bermanfaat. Selasa, 2 Juli 2024. Kegiatan pada hari Selasa Mulai dari Diri – Modul 1.2.e Nilai dan Peran Guru Penggerak Saya menuliskan catatan materi yang telah dibaca sebagai berikut : Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam praktek sehari-hari, Saya dapat menjadi kekuatan penggerak yang positif bagi murid, rekan Guru, dan seluruh komunitas sekolah. Dengan memainkan peran-peran ini, Saya tidak hanya menggerakkan murid, tetapi juga mendorong rekan kerja dan komunitas sekolah untuk bekerja sama mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Rabu 3 Juli 2024 Kegiatan pada hari Rabu Eksplorasi Konsep Modul 1.2.F Tugas A Saya menuliskan catatan materi yang telah dibaca sebagai berikut: Sebagai seorang guru, saya selalu berusaha untuk menjadi inovatif dalam pendekatan pengajaran saya. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika saya memperkenalkan metode pembelajaran berbasis proyek kepada murid-murid saya. Saya menyadari bahwa banyak murid saya merasa bosan dan tidak terlibat dengan metode pengajaran tradisional. Mereka seringkali hanya duduk dan mendengarkan, tanpa banyak kesempatan untuk berpartisipasi aktif. Saya ingin mengubah hal ini dan membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi mereka. Dengan nilai inovatif sebagai panduan, saya memutuskan untuk mengubah pendekatan saya. Saya merancang sebuah proyek yang menggabungkan berbagai mata pelajaran seperti sains, matematika, dan bahasa. Murid-murid diminta untuk bekerja dalam kelompok kecil untuk merancang solusi inovatif terhadap masalah lingkungan di komunitas mereka. Proyek ini memerlukan mereka untuk melakukan penelitian, berpikir kritis, dan bekerja sama dalam tim. Mereka juga harus mempresentasikan temuan dan solusi mereka di depan kelas dan komunitas sekolah. Selama proses ini, saya melihat perubahan yang luar biasa pada murid-murid saya. Mereka menjadi lebih antusias dan termotivasi untuk belajar. Mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan bekerja sama yang lebih baik. Pendekatan inovatif ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik bagi murid, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk melihat bagaimana pengetahuan yang mereka pelajari di kelas dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Mereka merasa lebih terlibat dan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang materi pelajaran. Sebagai hasilnya, saya melihat peningkatan signifikan dalam hasil belajar murid dan keterlibatan mereka di kelas. Pengalaman ini menguatkan keyakinan saya bahwa dengan menjadi inovatif, saya dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada murid-murid saya dan membantu mereka mencapai potensi penuh mereka. Kegiatan-kegiatan ini mencerminkan peran Guru Penggerak dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, kolaboratif, dan berpusat pada siswa, serta mendorong siswa untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, kolaboratif, dan berpusat pada murid. Kegiatan pada hari Rabu Eksplorasi Konsep – Modul 1.2.F Tugas B Saya menuliskan catatan materi yang telah dibaca sebagai berikut : Setelah memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik, beberapa nilai Guru Penggerak yang dapat dikuatkan adalah: Kesimpulan Dengan memperkuat nilai-nilai ini, guru penggerak dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung motivasi intrinsik siswa. Ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk sukses di masa depan. Kegiatan pada hari Rabu Eksplorasi Konsep – Modul 1.2.F Tugas C Saya menuliskan catatan materi yang telah dibaca sebagai berikut : 1. Kaitan antara diagram identitas gunung es dengan penumbuhan Profil Pelajar Pancasila pada murid dan transformasi pendidikan Diagram identitas gunung es (iceberg identity model) dan penumbuhan Profil Pelajar Pancasila memiliki hubungan erat dalam konteks pendidikan dan transformasi pendidikan di Indonesia. Berikut adalah penjelasan tentang kaitan antara kedua konsep tersebut: Diagram Identitas Gunung Es Diagram identitas gunung es menggambarkan bahwa identitas seseorang, seperti gunung es, memiliki dua bagian: bagian yang terlihat (di atas permukaan air) dan bagian yang tidak terlihat (di bawah permukaan air). Bagian yang terlihat mencakup aspek-aspek yang mudah diamati seperti perilaku, penampilan, dan bahasa. Bagian yang tidak terlihat mencakup nilai-nilai, keyakinan, norma, sikap, dan asumsi yang mendasari perilaku dan identitas individu. Profil Pelajar Pancasila Profil Pelajar Pancasila adalah serangkaian karakteristik yang diharapkan dimiliki oleh setiap pelajar di Indonesia sebagai hasil dari proses pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Profil ini mencakup enam dimensi utama: Kaitan dengan Diagram Identitas Gunung Es 2. Konsekuensi logis dari diagram identitas gunung es pada peran saya sebagai Guru Penggerak dalam transformasi pendidikan. Diagram identitas gunung es memberikan wawasan yang mendalam tentang kompleksitas identitas individu, yang memiliki implikasi signifikan terhadap peran seorang Guru Penggerak dalam transformasi pendidikan. Berikut adalah beberapa konsekuensi logis dari penerapan konsep ini dalam peran Anda sebagai Guru Penggerak: 1. Pemahaman Mendalam tentang Siswa 2. Pendekatan Holistik dalam Pengajaran 3. Peningkatan Kesadaran Budaya dan Keterbukaan 4. Penyesuaian Metode Pengajaran 5. Pemberdayaan Siswa melalui Kepemimpinan dan Partisipasi 6. Pembentukan Lingkungan Belajar yang Positif 7. Pengembangan Karakter dan Nilai-nilai 8. Evaluasi yang Komprehensif 9. Kolaborasi dengan Orang Tua dan Komunitas 10. Pembelajaran Berbasis Nilai Kesimpulan Memahami dan mengintegrasikan diagram identitas gunung es dalam konteks pendidikan membantu guru untuk lebih memahami identitas mendalam murid dan menumbuhkan nilai-nilai yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila. Hal ini mendukung transformasi pendidikan yang berfokus pada pengembangan karakter dan kemampuan holistik murid, yang tidak hanya terlihat dari luar tetapi juga tertanam dalam nilai-nilai dan keyakinan mereka. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa yang kompeten secara akademis tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan global dengan landasan nilai-nilai Pancasila. Dengan menerapkan konsep diagram identitas gunung es dalam peran Anda sebagai Guru Penggerak, Anda dapat menciptakan transformasi pendidikan yang lebih holistik dan berpusat pada siswa. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran tetapi juga membantu membentuk generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai-nilai. Kamis 4 Juli 2024 Kegiatan pada hari Kamis Forum Diskusi Eksplorasi Konsep –
Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Ke-1
Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara Salam guru penggerakBergerak, Tergerak, Menggerakkan. Dua minggu ini adalah jadwal Penilaian Sumatif Akhir Semester di Sekolah Saya, hari-hari yang cukup sibuk dari membuat soal, penilaian, hingga pembagian rapot seiring tugas tambahan Saya sebagai walikelas. Beriring dengan itu Saya alhamdulillah berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan Guru Penggerak angkatan 11. Kegiatan CGP angkatan 11 diawali dengan pengarahan penggunaan LMS pada 13 Juni 2024 yang dilakukan secara daring. Selanjutnya, kegiatan CGP angkata 11 dibuka pada 15 Juni 2024 yang diselenggarakan secara daring yang dibuka oleh Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Pada sesi selanjutnya, dilanjutkan oleh BBGP jawa Barat secara daring. Dalam kegiatan ini, CGP diberi arahan berkaitan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama mengikuti program Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 11 ini. Kegiatan mempelajari modul 1.1 mengenai Mulai Dari Diri dan Eksplorasi Konsep dilaksanakan pada 17 Juni 2024 yang dilaksanakan secara daring dan dipandu fasilitator, yaitu Bapak Ahmad Ajidin. Dalam kegiatan ini, Saya dipandu untuk mengetahui dan mulai memahami tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang dasar-dasar pendidikan. Dalam kegiatan ini, Saya diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan sesama teman Calon Guru Penggerak Angkatan 11 berkaitan tentang mengenali nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan untuk menebalkan laku murid dan menuntun kekuatan kodrat murid yang dapat diimplementasikan pada konteks lokal (budaya) daerah asal. Pada Sabtu, 22 Juni 2024, seluruh CGP angkatan 11 Kabupaten Karawang megikuti Lokakarya Orientasi bersama kepala sekolah dan pengawas yang dilaksanakan di SD IT Nurul Imam, kecamatan Majalaya Kabupaten karawang, dan dibuka oleh BBGP Jawa barat dan di sesi kedua dipandu langsung oleh Pengajar Praktik, Ibu ilma Novelia Winata. Pada sesi kedua, kami dibimbing Pengajar Praktik untuk menyusun kesepakatan kelas dan mendefinisikan harapan dan kekhawatiran yang dirasakan. Selanjutnya kami dibimbing untuk menemukan strategi/cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran yang dirasakan dan bagaimana cara mewujudkan harapan yang telah dituliskan. Feeling (Perasaan) Pada awal pendidikan CGP, saya merasa cemas dan khawatir serta sedikit ragu dalam mengikuti kegiatan. Kekhawatiran saya dilatarbelakangi oleh padatnya jadwal kegiatan guru penggerak dan waktu kegiatan yang sangat lama. Saya khawatir apakah saya dapat menyeleaikan semua tugas yang diberikan dan apakah saya dapat konsisten dalam mengikuti kegiatan CGP angkatan 11 ini. Namun, setelah merenung dan berpikir kembali, saya bertekad untuk terus berusaha dan berkomitmen untuk dapat mengikuti kegiatan CGP angkatan 11 ini dan menyelesaikan semua tugas yang terdapat di dalamnya. Saya akan terus melangkah karena saya ingin menjadi pendidik yang baik. Sejalan dengan perjalanan waktu, setelah belajar bersama fasilitator dan pengajar praktik dan saling bertukar pikiran dengan teman sesama CGP angkatan 11 , saya merasa senang dan termotivasi. Saya senang dapat bertemu dengan teman baru dan sangat menginspirasi saya untuk terus mengikuti program guru penggerak. Saya juga merasa sangat senang karena dalam program CGP ini, khususnya pada modul 1.1 saya mendapat banyak ilmu baru mengenai dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Meskipun pada saat ini saya belum dapat mempraktikan ilmu yang saya dapat dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut disebabkan oleh belum adanya KBM karena sedang adanya kegiatan PSAS di sekolah saya. Finding (Pembelajaran) Melalui pembelajaran pada modul 1.1. tentang dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, saya mulai memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan merupakan sebuah tuntunan, yaitu menuntun anak untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Dalam pembelajaran pendidik hanya berperan sebagai fasilitator yang bertugas meberikan bimbingan dan tuntunan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran haruslah berpusat pada siswa dan memberikan kemerdekaan dalam belajar kepada siswa. Pendidik harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda dan kebutuhan yang berbeda. Selain itu, Ki Hajar Dewantara juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, sebagai pendidik harus menyadari pula bahwa tidak semua yang baru itu baik, jadi perlu disaring dan diselaraskan dulu. Pendidik haruslah dapat menyaring informasi dan budaya yang masuk dan menyelaraskan dengan nilai kemanusiaan dan budaya yang ada di Indonesia. Jangan sampai budaya yang masuk melunturkan nilai kemanusiaan dan budaya asli Indonesia. Setelah mempelajari modul 1.1 tentang dasar-dasar filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara ini, saya menyadari bahwa pembelajaran akan menjadi efektif jika kita memberikan tuntunan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa dan menjadikan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran, yang artinya kita menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Selain itu, diperlukan pula pemberian kemerdekaan belajar kepada siswa untuk dapat mengelola pembelajaranya secara mendiri dan pendidik berperan sebagai fasilitator atau pembimbing agar siswa tidak kehilangan arah. Future (Penerapan) Setelah mempelajari modul 1.1, saya akan memperbaiki praktik pembelajaran yang saya lakukan dengan lebih mengutamakan kebutuhan siswa. Adapun strategi yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut. Pertama, melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menggunakan model/metode pembelajaran yang mendukung. Kedua, mengenali dan memahami karakteristik siswa dan memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Ketiga, menerapkan pembelajaran yang variatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi.
Rangkuman Koneksi Antar Materi – Modul 3.1
Kaitan Pratap Triloka filosofi Ki Hajar Dewantara dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin Filosofi Ki Hajar Dewantara melalui konsep Pratap Triloka—Ing Ngarso Sung Tulodho (di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karso (di tengah membangun semangat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan)—memiliki kaitan erat dengan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin. Kaitan Pratap Triloka dengan pengambilan keputusan adalah bahwa seorang pemimpin harus bijaksana, demokratis, dan berfokus pada pemberdayaan seluruh komunitas yang dipimpinnya. Filosofi ini mengarahkan pemimpin untuk membuat keputusan yang tidak hanya memecahkan masalah, tetapi juga membangun keterlibatan, dukungan, dan motivasi bersama. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan? Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita memiliki pengaruh besar terhadap prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan keputusan. Berikut adalah beberapa cara pengaruh tersebut: Dengan demikian, nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita membentuk kerangka pikir, persepsi, dan prioritas dalam setiap proses pengambilan keputusan, sehingga menciptakan keselarasan antara tindakan dan prinsip yang kita yakini. Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan coaching? Materi pengambilan keputusan sangat berkaitan dengan kegiatan coaching (bimbingan) yang diberikan oleh pendamping atau fasilitator dalam proses pembelajaran kita. Berikut adalah beberapa keterkaitan dan bagaimana sesi coaching dapat membantu: Dengan demikian, sesi coaching tidak hanya membantu dalam merefleksikan dan menguji keputusan yang telah diambil, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengatasi keraguan yang ada, sehingga kita dapat terus mengembangkan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang efektif di masa depan. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika? Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi masalah dilema etika. Berikut beberapa pengaruhnya: Dengan demikian, kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya sangat mempengaruhi kualitas pengambilan keputusan, terutama dalam situasi yang kompleks dan berpotensi menimbulkan dilema etika. Guru yang peka dan bijaksana akan lebih mampu mengarahkan proses pengambilan keputusan ke arah yang lebih etis dan berkeadilan. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik? Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika sangat bergantung pada nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik. Berikut adalah beberapa cara bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi analisis dan keputusan dalam studi kasus: Dengan demikian, pembahasan studi kasus terkait masalah moral atau etika tidak hanya tentang analisis situasi, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai yang dianut pendidik membentuk pemahaman dan keputusan mereka. Ini menciptakan jembatan antara teori etika dan praktik nyata dalam pendidikan. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman? Pengambilan keputusan yang tepat memiliki dampak signifikan terhadap terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman dalam konteks pendidikan. Berikut adalah beberapa cara bagaimana pengambilan keputusan yang baik berkontribusi pada hal tersebut: Dengan demikian, pengambilan keputusan yang tepat bukan hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses dan keterlibatan semua pihak. Hal ini berkontribusi secara langsung pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman, yang merupakan landasan untuk pembelajaran yang efektif dan perkembangan yang berkelanjutan. Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda? Tantangan dalam menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika di lingkungan pendidikan dapat bervariasi, dan sering kali berkaitan dengan perubahan paradigma yang sedang terjadi. Berikut adalah beberapa tantangan yang mungkin dihadapi: Kaitannya dengan Perubahan Paradigma Perubahan paradigma, seperti pergeseran menuju pendekatan yang lebih inklusif dan berorientasi pada siswa, dapat menambah kompleksitas dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, guru diharapkan untuk tidak hanya mempertimbangkan aspek akademis, tetapi juga kebutuhan sosial dan emosional siswa. Hal ini mungkin memerlukan pelatihan tambahan dan pengembangan keterampilan dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Perubahan ini juga dapat memperkuat pentingnya pendekatan berbasis aset, di mana pengambilan keputusan lebih mengedepankan potensi dan kekuatan individu serta komunitas, dibandingkan hanya fokus pada kekurangan. Secara keseluruhan, tantangan dalam pengambilan keputusan etis harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, termasuk perubahan paradigma yang dapat mempengaruhi cara guru berinteraksi, berkomunikasi, dan membuat keputusan di lingkungan pendidikan. Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda? Pengambilan keputusan yang tepat dalam konteks pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap pengajaran yang memerdekakan murid-murid. Berikut adalah beberapa pengaruh dan cara dalam memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid yang berbeda-beda: Pengaruh Pengambilan Keputusan Memutuskan Pembelajaran yang Tepat Dengan demikian, pengambilan keputusan yang bijak dan berbasis data dapat menciptakan pengalaman belajar yang memerdekakan bagi siswa, menghargai perbedaan mereka, dan mendukung pengembangan potensi individu yang beragam. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya? Seorang pemimpin pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam pengambilan keputusan yang dapat mempengaruhi kehidupan dan masa depan murid-muridnya. Berikut adalah beberapa cara di mana keputusan yang diambil oleh pemimpin pembelajaran dapat memiliki dampak jangka panjang: Dengan demikian, keputusan yang diambil oleh pemimpin pembelajaran memiliki dampak jauh lebih besar daripada sekadar mempengaruhi situasi saat ini; keputusan tersebut dapat membentuk arah dan kualitas hidup siswa di masa depan. Pemimpin yang berpikir ke depan dan proaktif dalam pengambilan keputusan dapat memberikan dampak yang positif dan signifikan bagi perkembangan murid-muridnya. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya? Kesimpulan akhir yang dapat ditarik dari pembelajaran modul materi ini, serta keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya, adalah sebagai berikut: Dengan demikian, modul ini tidak hanya memperkaya pemahaman kita tentang pengelolaan pendidikan, tetapi juga menegaskan hubungan erat antara berbagai aspek pembelajaran yang telah dibahas sebelumnya. Semua modul saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan lebih mendukung bagi perkembangan siswa. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan? Pemahaman tentang konsep-konsep yang telah dipelajari di modul ini memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana mengambil
Jurnal Refleksi
Jurnal Refleksi Dwi Mingguan – 1 Assalamualaiikum Wr.Wb. Saya Ahmad Indra Sanjaya, S.Pd. CGP dari SMA Negeri 1 Pangkalan.Salam guru penggerakBergerak, Tergerak, Menggerakkan. Dua minggu ini adalah jadwal Penilaian Sumatif Akhir Semester di Sekolah Saya, hari-hari yang cukup sibuk dari membuat soal, penilaian, hingga pembagian rapot seiring tugas tambahan Saya sebagai walikelas. Beriring dengan itu Saya alhamdulillah berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan Guru Penggerak angkatan 11. Kegiatan CGP angkatan 11 diawali dengan pengarahan penggunaan LMS pada 13 Juni 2024 yang dilakukan secara daring. Selanjutnya, kegiatan CGP angkata 11 dibuka pada 15 Juni 2024 yang diselenggarakan secara daring yang dibuka oleh Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Pada sesi selanjutnya, dilanjutkan oleh BBGP jawa Barat secara daring. Dalam kegiatan ini, CGP diberi arahan berkaitan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama mengikuti program Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 11 ini. Kegiatan mempelajari modul 1.1 mengenai Mulai Dari Diri dan Eksplorasi Konsep dilaksanakan pada 17 Juni 2024 yang dilaksanakan secara daring dan dipandu fasilitator, yaitu Bapak Ahmad Ajidin. Dalam kegiatan ini, Saya dipandu untuk mengetahui dan mulai memahami tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang dasar-dasar pendidikan. Dalam kegiatan ini, Saya diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan sesama teman Calon Guru Penggerak Angkatan 11 berkaitan tentang mengenali nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan untuk menebalkan laku murid dan menuntun kekuatan kodrat murid yang dapat diimplementasikan pada konteks lokal (budaya) daerah asal. Pada Sabtu, 22 Juni 2024, seluruh CGP angkatan 11 Kabupaten Karawang megikuti Lokakarya Orientasi bersama kepala sekolah dan pengawas yang dilaksanakan di SD IT Nurul Imam, kecamatan Majalaya Kabupaten karawang, dan dibuka oleh BBGP Jawa barat dan di sesi kedua dipandu langsung oleh Pengajar Praktik, Ibu ilma Novelia Winata. Pada sesi kedua, kami dibimbing Pengajar Praktik untuk menyusun kesepakatan kelas dan mendefinisikan harapan dan kekhawatiran yang dirasakan. Selanjutnya kami dibimbing untuk menemukan strategi/cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran yang dirasakan dan bagaimana cara mewujudkan harapan yang telah dituliskan. Feeling (Perasaan) Pada awal pendidikan CGP, saya merasa cemas dan khawatir serta sedikit ragu dalam mengikuti kegiatan. Kekhawatiran saya dilatarbelakangi oleh padatnya jadwal kegiatan guru penggerak dan waktu kegiatan yang sangat lama. Saya khawatir apakah saya dapat menyeleaikan semua tugas yang diberikan dan apakah saya dapat konsisten dalam mengikuti kegiatan CGP angkatan 11 ini. Namun, setelah merenung dan berpikir kembali, saya bertekad untuk terus berusaha dan berkomitmen untuk dapat mengikuti kegiatan CGP angkatan 11 ini dan menyelesaikan semua tugas yang terdapat di dalamnya. Saya akan terus melangkah karena saya ingin menjadi pendidik yang baik. Sejalan dengan perjalanan waktu, setelah belajar bersama fasilitator dan pengajar praktik dan saling bertukar pikiran dengan teman sesama CGP angkatan 11 , saya merasa senang dan termotivasi. Saya senang dapat bertemu dengan teman baru dan sangat menginspirasi saya untuk terus mengikuti program guru penggerak. Saya juga merasa sangat senang karena dalam program CGP ini, khususnya pada modul 1.1 saya mendapat banyak ilmu baru mengenai dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Meskipun pada saat ini saya belum dapat mempraktikan ilmu yang saya dapat dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut disebabkan oleh belum adanya KBM karena sedang adanya kegiatan PSAS di sekolah saya. Finding (Pembelajaran) Melalui pembelajaran pada modul 1.1. tentang dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, saya mulai memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan merupakan sebuah tuntunan, yaitu menuntun anak untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Dalam pembelajaran pendidik hanya berperan sebagai fasilitator yang bertugas meberikan bimbingan dan tuntunan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran haruslah berpusat pada siswa dan memberikan kemerdekaan dalam belajar kepada siswa. Pendidik harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda dan kebutuhan yang berbeda. Selain itu, Ki Hajar Dewantara juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, sebagai pendidik harus menyadari pula bahwa tidak semua yang baru itu baik, jadi perlu disaring dan diselaraskan dulu. Pendidik haruslah dapat menyaring informasi dan budaya yang masuk dan menyelaraskan dengan nilai kemanusiaan dan budaya yang ada di Indonesia. Jangan sampai budaya yang masuk melunturkan nilai kemanusiaan dan budaya asli Indonesia. Setelah mempelajari modul 1.1 tentang dasar-dasar filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara ini, saya menyadari bahwa pembelajaran akan menjadi efektif jika kita memberikan tuntunan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa dan menjadikan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran, yang artinya kita menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Selain itu, diperlukan pula pemberian kemerdekaan belajar kepada siswa untuk dapat mengelola pembelajaranya secara mendiri dan pendidik berperan sebagai fasilitator atau pembimbing agar siswa tidak kehilangan arah. Future (Penerapan) Setelah mempelajari modul 1.1, saya akan memperbaiki praktik pembelajaran yang saya lakukan dengan lebih mengutamakan kebutuhan siswa. Adapun strategi yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut. Pertama, melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menggunakan model/metode pembelajaran yang mendukung. Kedua, mengenali dan memahami karakteristik siswa dan memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Ketiga, menerapkan pembelajaran yang variatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi.
Profil
Sekilas Profil Diri Profil Salam Bahagia! Selamat datang di postofolio digital Saya.Salam kenal, Saya Ahmad Indra Sanjaya, Calon Guru Penggerak angkatan XI dari kabupaten Karawang, provinsi Jawa Barat.Saya mengajar bidang studi Fisika di SMA Negeri 1 Pangkalan Kabupaten Karawang sejak tahun 2012.Saya lulusan Prodi Pendidikan Fisika UPI Bandung dan telah mengembangkan keterampilan mengajar melalui berbagai pelatihan dan program, termasuk Program Guru Penggerak yang sedang Saya ikuti untuk memperdalam pemahaman Saya tentang pendidikan berbasis nilai. Visi & Misi Terwujudnya murid yang berkarakter sesuai dengan keunikan dan potensi dirinya melalui pembelajaran inovatif yang memberi ruang kreativitas dan inovasi.Saya memiliki misi untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan inovatif, yang memberi ruang setiap murid tumbuh berkembang dan berkreasi sesuai potensi diri mereka dengan membangun budaya positif dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Refleksi Diri Sebagai Guru, Saya menyadari tugas sebagai Guru Penggerak bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga menginspirasi dan membimbing rekan sejawat untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolah. Saya merasa bahwa perjalanan sebagai Guru Penggerak telah memperkuat keyakinan bahwa setiap murid berhak atas pendidikan yang inklusif sesuai dengan keunikan dan potensi diri mereka, lingkungan belajar yang positif, dan berpihak pada murid.
Top 10 Must-Read eBooks Finding for Personal Growth
Did shy say mention enabled through elderly improve. As at so believe account evening behaved hearted is. House is tiled we aware. It ye greatest removing concerns an overcame appetite. Manner result square father boy behind its his. Their above spoke match ye mr right oh as first. Be my depending to believing perfectly concealed household. Point could to built no hours smile sense. Smile spoke total few great had never their too. Amongst moments do in arrived at my replied. Fat weddings servants but man believed prospect. Companions understood is as especially pianoforte connection introduced. Nay newspaper can sportsman are admitting gentleman belonging his. Is oppose no he summer lovers twenty in. Not his difficulty boisterous surrounded bed. Seems folly if in given scale. Sex contented dependent conveying advantage can use. Explore a Advantages of Ebook Smile spoke total few great had never their too. Amongst moments do in arrived at my replied. Fat weddings servants but man believed prospect. Companions understood is as especially pianoforte connection introduced. Nay newspaper can sportsman are admitting gentleman belonging his. Is oppose no he summer lovers twenty in. Not his difficulty boisterous surrounded bed. Seems folly if in given scale. Sex contented dependent conveying advantage can use. Access ebooks offline Promotions for our valued customers Secure payment options for your convenience Secure payment options for your convenience Nay newspaper can sportsman are admitting gentleman belonging his. Is oppose no he summer lovers twenty in. Not his difficulty boisterous surrounded bed. Seems folly if in given scale. Sex contented dependent conveying advantage can use. “Reading is escape, and the opposite of escape; it’s a way to make contact with reality after a day of making things up, and it’s a way of making contact with someone else’s imagination after a day that’s all too real.” Did shy say mention enabled through elderly improve. As at so believe account evening behaved hearted is. House is tiled we aware. It ye greatest removing concerns an overcame appetite. Manner result square father boy behind its his. Their above spoke match ye mr right oh as first. Be my depending to believing perfectly concealed household. Point could to built no hours smile sense.Smile spoke total few great had never their too. Amongst moments do in arrived at my replied. Fat weddings servants but man believed prospect. Companions understood is as especially pianoforte connection introduced. Nay newspaper can sportsman are admitting gentleman belonging his. Is oppose no he summer lovers twenty in. Not his difficulty boisterous surrounded bed. Seems folly if in given scale. Sex contented dependent conveying advantage can use. Extensive eBook Collection Fat weddings servants but man believed prospect. Companions understood is as especially pianoforte connection introduced. Nay newspaper can sportsman. Instant Digital Downloads Fat weddings servants but man believed prospect. Companions understood is as especially pianoforte connection introduced. Nay newspaper can sportsman. Multiple Reading Formats Fat weddings servants but man believed prospect. Companions understood is as especially pianoforte connection introduced. Nay newspaper can sportsman. Personalized Reading Experience Fat weddings servants but man believed prospect. Companions understood is as especially pianoforte connection introduced. Nay newspaper can sportsman. Did shy say mention enabled through elderly improve. As at so believe account evening behaved hearted is. House is tiled we aware. It ye greatest removing. Did shy say mention enabled through elderly improve. As at so believe account evening behaved hearted is. House is tiled we aware. It ye greatest removing concerns an overcame appetite. Manner result square father boy behind its his. Their above spoke match ye mr right oh as first. Be my depending to believing perfectly concealed household. Point could to built no hours smile sense.Smile spoke total few great had never their too. Amongst moments do in arrived at my replied.