Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara
Salam guru penggerak
Bergerak, Tergerak, Menggerakkan.
Dua minggu ini adalah jadwal Penilaian Sumatif Akhir Semester di Sekolah Saya, hari-hari yang cukup sibuk dari membuat soal, penilaian, hingga pembagian rapot seiring tugas tambahan Saya sebagai walikelas. Beriring dengan itu Saya alhamdulillah berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan Guru Penggerak angkatan 11.
Kegiatan CGP angkatan 11 diawali dengan pengarahan penggunaan LMS pada 13 Juni 2024 yang dilakukan secara daring. Selanjutnya, kegiatan CGP angkata 11 dibuka pada 15 Juni 2024 yang diselenggarakan secara daring yang dibuka oleh Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Pada sesi selanjutnya, dilanjutkan oleh BBGP jawa Barat secara daring. Dalam kegiatan ini, CGP diberi arahan berkaitan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama mengikuti program Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 11 ini. Kegiatan mempelajari modul 1.1 mengenai Mulai Dari Diri dan Eksplorasi Konsep dilaksanakan pada 17 Juni 2024 yang dilaksanakan secara daring dan dipandu fasilitator, yaitu Bapak Ahmad Ajidin. Dalam kegiatan ini, Saya dipandu untuk mengetahui dan mulai memahami tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang dasar-dasar pendidikan. Dalam kegiatan ini, Saya diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan sesama teman Calon Guru Penggerak Angkatan 11 berkaitan tentang mengenali nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan untuk menebalkan laku murid dan menuntun kekuatan kodrat murid yang dapat diimplementasikan pada konteks lokal (budaya) daerah asal.
Pada Sabtu, 22 Juni 2024, seluruh CGP angkatan 11 Kabupaten Karawang megikuti Lokakarya Orientasi bersama kepala sekolah dan pengawas yang dilaksanakan di SD IT Nurul Imam, kecamatan Majalaya Kabupaten karawang, dan dibuka oleh BBGP Jawa barat dan di sesi kedua dipandu langsung oleh Pengajar Praktik, Ibu ilma Novelia Winata. Pada sesi kedua, kami dibimbing Pengajar Praktik untuk menyusun kesepakatan kelas dan mendefinisikan harapan dan kekhawatiran yang dirasakan. Selanjutnya kami dibimbing untuk menemukan strategi/cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran yang dirasakan dan bagaimana cara mewujudkan harapan yang telah dituliskan.
Feeling (Perasaan)
Pada awal pendidikan CGP, saya merasa cemas dan khawatir serta sedikit ragu dalam mengikuti kegiatan. Kekhawatiran saya dilatarbelakangi oleh padatnya jadwal kegiatan guru penggerak dan waktu kegiatan yang sangat lama. Saya khawatir apakah saya dapat menyeleaikan semua tugas yang diberikan dan apakah saya dapat konsisten dalam mengikuti kegiatan CGP angkatan 11 ini. Namun, setelah merenung dan berpikir kembali, saya bertekad untuk terus berusaha dan berkomitmen untuk dapat mengikuti kegiatan CGP angkatan 11 ini dan menyelesaikan semua tugas yang terdapat di dalamnya. Saya akan terus melangkah karena saya ingin menjadi pendidik yang baik.
Sejalan dengan perjalanan waktu, setelah belajar bersama fasilitator dan pengajar praktik dan saling bertukar pikiran dengan teman sesama CGP angkatan 11 , saya merasa senang dan termotivasi. Saya senang dapat bertemu dengan teman baru dan sangat menginspirasi saya untuk terus mengikuti program guru penggerak.
Saya juga merasa sangat senang karena dalam program CGP ini, khususnya pada modul 1.1 saya mendapat banyak ilmu baru mengenai dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Meskipun pada saat ini saya belum dapat mempraktikan ilmu yang saya dapat dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut disebabkan oleh belum adanya KBM karena sedang adanya kegiatan PSAS di sekolah saya.
Finding (Pembelajaran)
Melalui pembelajaran pada modul 1.1. tentang dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, saya mulai memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan merupakan sebuah tuntunan, yaitu menuntun anak untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Dalam pembelajaran pendidik hanya berperan sebagai fasilitator yang bertugas meberikan bimbingan dan tuntunan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran haruslah berpusat pada siswa dan memberikan kemerdekaan dalam belajar kepada siswa. Pendidik harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda dan kebutuhan yang berbeda.
Selain itu, Ki Hajar Dewantara juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, sebagai pendidik harus menyadari pula bahwa tidak semua yang baru itu baik, jadi perlu disaring dan diselaraskan dulu. Pendidik haruslah dapat menyaring informasi dan budaya yang masuk dan menyelaraskan dengan nilai kemanusiaan dan budaya yang ada di Indonesia. Jangan sampai budaya yang masuk melunturkan nilai kemanusiaan dan budaya asli Indonesia.
Setelah mempelajari modul 1.1 tentang dasar-dasar filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara ini, saya menyadari bahwa pembelajaran akan menjadi efektif jika kita memberikan tuntunan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa dan menjadikan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran, yang artinya kita menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Selain itu, diperlukan pula pemberian kemerdekaan belajar kepada siswa untuk dapat mengelola pembelajaranya secara mendiri dan pendidik berperan sebagai fasilitator atau pembimbing agar siswa tidak kehilangan arah.
Future (Penerapan)
Setelah mempelajari modul 1.1, saya akan memperbaiki praktik pembelajaran yang saya lakukan dengan lebih mengutamakan kebutuhan siswa. Adapun strategi yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut. Pertama, melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menggunakan model/metode pembelajaran yang mendukung. Kedua, mengenali dan memahami karakteristik siswa dan memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Ketiga, menerapkan pembelajaran yang variatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi.